Showing posts with label Berbagi Kisah. Show all posts
Showing posts with label Berbagi Kisah. Show all posts

Monday, November 17, 2014

2012 - 2014 Pangkat Baru & Jabatan

Dimulailah babak baru ini, berjalan perlahan tanpa aku sadari 2 tahun sudah menjadi seorang istri. Dari seorang lelaki penyabar yang amat sangat tahu bagaimana menerima dan mengajariku. Bukan hanya cinta, tapi juga ketulusan dan kasihnya yang sederhana. Sungguh. tidak berlebihan dari pernikahan ini. Kami memulainya dengan perjalanan yang santai seperti seorang kawan, sahabat terkadang juga sebagai musuh. Dan kami menikmatinya hingga saat ini.

Awal tahun 2013, kami didera cobaan kecil. Aku sempat hamil, tapi hanya sampai usia kandungan 3bulan saja. waktu itu rasanya teramat sakit. *sakitnyaa tuhh disini... dan disitu.. hehehehe... Aku kehilangan janinku, sempat terpukul tapi aku berusaha tetap kuat di depan kedua orang tuaku. Suamiku membantuku untuk bangkit kembali, membangun kepercayaan Allah pasti akan memberikan penggantinya. Dan. Allhamdulillah 6 bulan berikutnya aku hamil kembali. Masih ada trauma kecil karena keguguran itu. Akupun tak berani bercerita dulu pada orang tuaku. Takut pengharapannya rontok lagi seperti sebelumnya.

Aku melalui masa hamil kedua agak tertatih, sempat ambruk selama 1 bulan. Mengalami mual mual dan ngidam seperti ibu hamil kebanyakan. Padahal di kehamilan pertama, kuat banget. Saking kuatnya kebablasan. hehehehe... Tapi lewat bulan ke 4-5, kondisi kesehatan mulai normal. Sudah bisa diajak kerja lagi, walau masih suka mual kalau bau ikan. Dan sering sekali kena Flu & Batuk. Ehm.. untunglah Internet dimana-mana, aku main rajin baca-baca artikel, Katanya, ketika ibu amil sering terkena satu penyakit yang berulang-ulang, maka si janin bayi akan kebal terhadap penyakit tersebut. karena anti body ibu untuk penyakit tersebut akan diserap oleh adek bayi. *lupaa di artikel mana* semoga tidak salah. 

Sembilan bulan lebih banyak akhirnya lewat operasi cesar bayi mungil itu akhirnya lahir. Bertepatan pada malam pertama Bulan Puasa. Semakin merasa istimewa saja aku. Tapi tidak, semua manusia sama. maka keistimewaan itu hanya menjadi sebuah kebetulan biasa saja bagiku. supaya aku tak lantas terbang ke awan.

Setelah 1,5 tahun naik pangkat menjadi seorang Istri,  maka di tanggal 29 Juni 2014,dimulailah perjalananku yang baru. Menjadi seorang Ibu. Semoga Gadis Kecil yang kuberi nama Azzafira Laili Ramadhani, menjadi pemenang yang memiliki keberuntungan di setiap lika liku hidupnya dan dapat membagi kebahagiaan kepada orang-orang disekelilingnya. Amieen

Kamar ibu, 17 Nov 2014 

Thursday, November 15, 2012

The Journey Of Marriage Record IV

Kebahagiaan ternyata tak perlu dicari. Ia akan datang sendiri mengiringimu, ketika kau memberi kebahagiaan untuk orang lain

Tidak ada yang lebih indah, saat melihat kedua mata orang yang berada di depanmu berbinar-binar bahagia. Percayalah, saat itu seperti mendapat point penting dalam hidupmu. Setiap kali kau bertatapan dengan mata yang seperti itu.

Dengan susah payah, aku dan pasanganku, mencapai kebahagiaan yang ternyata didapat ketika harus mengiyakan sedikit saja keinginan orang tua. Tidak ada ruginya, malah kita untung, memelihara daur ulang hidup dan mempertahankan senyum lepas, membaur bersama para undangan.

Dengan konsep cantik dari sang Ibu, yang melihat ini anak perempuannya yang sama sekali tidak bisa diam barang sedetikpun. Tanpa kuade, tanpa hiasaan dekor berlebihan. Cantik, sederhana, tapi tetap ramai, dan begitu bahagia di setiap sudut Tenda Terop bernuansa Ungu. Penganten diperbolehkan berkeliaran di areal seputar tenda, menyambangi para tamu yang datang, bersalaman, berfoto. Kasian juga sih tukang potreknya. Tapi tak apalah, sepertinya dia juga cukup senang dengan konsep Semau Gue ini. Senyum kebahagiaan yang tak hanya aku rasakan sebagai Pengantin yang berbahagia. This is the point. We Give you happy in wedding Party. Take a picture and take a support to move on your live after you going Home.

Padahal aku merasa hanya bisa memberi secuil saja kebahagiaan untuk mereka.  Ini ujung penantian yang luar bisa, disaat harus mencari seorang pasangan yang pas. Allhamdulillah, suami pilihan dan suami yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman Duni maupun di Akhirat. Insya Allah. Fase kehidupan satu lagi telah terlewati. Nikmat mana lagi yang akan Kau berikan, Tuhan? Kita hanya bisa menerima dengan apa yang sudah diberi. Semoga, apa yang aku terima ini. Bisa aku manfaatkan dengan baik.

Setelah ini tak ada lagi waktu berleha-leha, banyak kewajiban yang harus mulai diatur, agar tak ada silang sengkarut. Tapi bukan berarti, menjalaninya dengan serius, ses erius ngerjakan soal ujian Matematika sih. Justru tak ada hitung-hitungan disini. Let it Flow. Follow the River.. ahay.. Santai kayak di Pantai. Tuhan Memberi, Kita menerima, Tuhan tak Memberi, Kita belajar lagi ilmu Syukur.

Hahahaha....
Manten Kucluk Bersabda
Tamat karena sekarang Sudah bersandang gelar Ny. Iwan Santoso
Tunggu di edisi nyambung-nyambungin cerita selanjutnya.

















Friday, October 12, 2012

The Journey of Marriage Records III

Yang tidak lebih dari cerita adalah perjalanan dari waktu ke waktu yang masih akan selalu mengikuti.

Yah.. catatan ini memang perlu di daur ulang, karena kata-kata dan kalimatku menjadi biasa saja. Bahkan boleh dibilang lebih buruk dari balada "Buku-buku Sampah" yang pernah aku hujat. Jadi aku biarkan, persiapan menuju sebuah rumah kecil dengan lelaki yang akan menjadi suami beberapa hari kemudian dilalui dengan santai.

Jarum jam berputar ke arah kanan *sepertinya, karena arah selalu menjadi kendala*. dan satu hari dilalui terasa seperti perlombaan lomba lari. Padahal kayuhan sepedaku sengaja kuperlambat, aku tak ingin terengah nanti di atas pelaminan. Yang akan berakibat aku tak mampu menjabat erat seluruh tamu yang akan datang ke acara pernikahanku.

Apa perlu ada penyesuaian? Pasti. Beberapa kali, aku harus berdebat panjang dengan sang calon suami hanya karena perhitungan hari yang tak tepat. Hafuuftt... sehari semalam, aku mematut di depan kalender, kalkulator dan internet. mencari apa yang salah dengan si Hari. *oh.. aku lupa tak bertanya pada tuhan* Tapi akhirnya, setelah ingusku membanjir di atas seprei, akhirnya aku pergi juga berwudlu, mencoba mencari petunjuk dari Sang Maha Berkehendak. 

Kendala pertama, perhitungan hari yang tidak pas, menurut calon mertua. Kendala kedua, karena sang paklik *adik dari calon bapak mertua* yang baru akan menikah, kalau jarak pernikahan kurang dari 3 bulan, maka entah bagaimana menurut bapak tidak bisa jadi wali. Aduhh... Pusing.. aku diam saja kali ini. dan berusaha tidak mendengar hal ini. Sudah capek rasanya, dihantam masalah hitung-hitungan jawa begitu. Sedangkan di keluargaku, semua harus segera, jangan menunggu dekat-dekat hari, karena merencanakan pesta di kota tak semudah membuat pesta di desa. Mulai pilihan hari, jam, dll harus se fleksible mungkin.

Nah tapi bukan berarti di keluargaku sendiri tidak ada masalah, tapi justru terkesan tidak ada karena aku memilih menghindar daripada diajak berpusing-pusing. hehehehe.. (maaf ya yah.. ibu...). Bukan berarti kemudian aku diam dan tidak memikirkan apa-apa. Souvenir, Undangan, KUA, Pengisi Acara, semua menjadi tanggung jawab aku dan mas. Urusan, Terop, Catering, Panitia Kecil, aku serahkan semua keputusan ke Ayah saja yang lebih berpengalaman soal manten-mantenan begini.

Ehm.. apa lagi ya yang belum? Sudah kurang 29 hari lagi. Souvenir sudah dipesan, Undangan sudah, KUA sekalian rafak juga sudah, Pengisi Acara sudah di hubungi, tapi belum di konfirmasi lagi. Cincin kawin? ini sebenarnya perlu gak sih? Mau pesen, tapi kok ayah aja gak pake' ribut ya?

Ya sudahlah, mari kita menjalani 29 hari lagi dengan riang gembira, dan bekerja tiada henti. *waduh jangan-jangan aku sudah kena penyakit workacholic nih.. Kalau gak kerja malah pusing. Kerja.. kerja.. kluyuran.. kluyuran.. jalan teruss.


Terkadang memang waktu itu kalau dimanja malah keenakan, jadi kenapa harus pusing kalau mendekati hari-H. iya gak sih? Lanjutkan saja kehidupanmu seperti biasanya. Toh.. setelah pernikahan nanti, masih banyak tugas dan kewajiban yang semakin meningkat. Ongkeh...


Salam..

Calon Pengantin Slebor






Saturday, August 25, 2012

The Journey of Marriage Records II

Aku hanya sebagian dari harapan yang telah diimpikan oleh kedua orang tua kita. Sebagiannya adalah sebuah benang yang menjulur-julurkan kemenangan atas rasa yang di genggam sendiri. Lalu aku menjadi sebuah roh yang mendiami tubuh yang seringkali kikuk ketika memasrah padaNya.

Jika kata-kata adalah do'a, lantas harapan dan impian ada di sebelah mana? tanyaku dalam diam.
Sebuah permainan, permainan yang tak juga usai memanjakan aku. Menarik ulur sendiri nasib yang telah digariskan. Begitu pekat cerita di masa lalu, datang tanpa pernah kita menduga. Begitu kesendirian menyergap, maka foto kusam dan lawas muncul begitu saja. Menarik kembali butir-butir air mata yang telah terkubur dalam keriuhan.

Aku coba mengingat-ingat seberapa sering aku meminta? seberapa sering aku menerima? kepadaNya. Seingatku, catatan harianku adalah tangis yang tak perlu. Aku geli membaca kalimat-kalimat yang pernah aku tulis.

Hari ini, sekali lagi aku ingin menjadi sebuah cacing planaria. Cacing yang mampu membelah dirinya menjadi dua. Tak terlalu sibuk, tapi pikiran-pikiranku terbelah dua. Benar saja kata sahabatku, semakin mendekati hari, aroma pertengkaran akan semakin menggoda. Tapi sekali lagi. Aku tak akan menyerah.. Aku tak akan lari.. aku adalah manusia yang sama seperti perempuan lain yang diciptakan Tuhan.

Tak banyak yang harus kucatat, KUA tutup. Dan pertengkaran kecil di telepon genggam.
Setelahnya, bercanda lagi. Itulah kenapa aku memilih lelakiku ini, ia tahu caranya menelan kegusaran-kegusaranku. Mari menghitung kebaikan yang telah Allah SWT berikan lewat lelaki pilihanku.

Aku sedang belajar tidak selalu meminta, aku sedang belajar mensyukurinya.
Bukankah harus begitu?





Friday, August 24, 2012

The Journey of Marriage Records I

U're not alone.. I'm here with u...  (Michael Jackson)

Aku tahu, aku tak pernah sendiri. Ada sang Khalik selalu memata-mataiku. Juga secuil hati yang masih menancap begitu dalam di setiap kesendirianku. Jika penjara tak lebih siksa sementara karena pasal dan undang-undang. Selepasnya maka bertobat lalu melupakan kesalahan. Tapi tidak dengan mencintai lelaki di masa lalu yang telah mencatatkan segudang cerita yang tak pernah kunjung selesai.

Bahkan hingga akhirnya aku telah memutuskan berlalu darinya. Ketika angin enggan menyapukan rindu kepadanya. Ketika padang rerumputan, tak lagi tunduk dengan cerita ranum tentang aku dan kau. Apakah ia, lelaki itu memang sengaja membangun teralis untukku? Memenjarakan aku dalam kekacauan pena yang semakin habis tintanya. Sehingga di setiap langkahku, terkadang masih saja aku panggil namanya.

Aku tak pernah sendiri, lelaki yang kini sanggup menemaniku, bersedia menulis bersamaku tentang mimpi dan surga. Lelaki yang mencintai perempuan ini dengan sederhana. Tak ingin aku merelakan apa yang sudah aku miliki sekarang. Demi kekaguman konyol yang tak pernah lekang ini. Aku tak akan menyerah, aku tak akan menyerah...!! Aku tak akan pernah menyerah untuk bisa mencintaiMu.

Inilah catatan pertamaku, ketika mimpi menjadi seorang pengantin mulai diperbincangkan. Kosong. Tapi aku tahu kebahagiaan sedang mengunjungiku. Perempuan yang hampir putus asa menemukan seseorang yang bisa menghargainya tanpa melihat kekurangan yang ada. Keinginanku tak banyak, hanya seorang lelaki yang mampu mengenalkan aku pada Tuhanku.

Hidup terus menggampit esokmu, Gita
Langkah ini semakin dekat dengan apa yang ingin kau tuju, lalu untuk apa kau tolehkan lagi pada lembar masa lalu yang banyak coretan-coretan merah dan pilu. Kecanduan pada seorang lelaki yang tak pernah bisa menghargaimu, barang secuil.

Aku tidak sendiri khan Tuhan...?
Kini langkahku adalah menujuMu
Beserta calon suami, yang sanggup membopongku menuju surgaMu. Amien.....


Friday, April 22, 2011

Aku dan Dia -Perempuan yang melawan dengan BUKU- 1

Ini pilihan, tak ada jalan selain maju terus ke depan. Tidak ada perjuangan yang sia-sia, setidaknya akan tetap tercatat walaupun tidak bisa merebut kemenangan.

Siapa yang menyangka, aku akan banyak melewati banyak proses yang demikian membingungkan. Pilihanku ketika menjatuhkan diri menjadi salah seorang prajurit di belakang Komandan Perempuan tidak akan pernah aku sesali.

Perempuan itu, Diana AV Sasa. Seorang perempuan yang gigih memperjuangkan mimpi-mimpinya. Dengan jalan apapun ia berusaha tetap bertahan untuk buku. DBUKU Bibliopolis, adalah salah satu mimpinya untuk memiliki perpustakaan sebagai ciri Kota Metropolis. Ia memperkenalkan konsep, perpustakaan yang tidak melulu berada di tempat yang tidak terlihat, jauh dari peradaban, kesan formal dan kaku. Selama hampir sekitar 4 bulan, DBUKU Bibliopolis berdiri dengan gagah di salah satu ruang di Mall Royal Plaza Surabaya. Ada saja pertanyaan dan kekaguman yang terlontar dari para pengunjung mall.

"Ini toko buku?"
"Oh.. Bukan ini library.. Anda bisa membaca sepuasnya dengan gratis. Bla..bla.. bla..".
Dan mereka akan berkeliling sebentar lantas berdecak kagum. Rata-rata mereka akan kembali lantas bercerita pada orang lain. Hingga sampai saat ini Dbuku memiliki anggota sekitar 240-an. Bukan junmlah sedikit tho?

Aku semakin ingin tahu tentang cara berpikir seorang Sasa, Perempuan dengan banyak keinginan (walau aku sedikit mengernyitkan dahi "hei..ini sudah mulai tidak masuk akal") atau ketika dia sedang dilanda kepanikan dan susah fokus, maka ia akan terus berbicara dari topik satu ke topik lainnya.(maka aku hanya diam dan membiarkan ia terus mengoceh hahahaha...) Belum lagi kalau dia dengan sifat yang sedikit keras kepala, tapi amat sangat lemah jika sudah dimain-mainkan emosinya (lagi..lagi.. aku cuma bisa kasih masukan yang ala kadarnya). Atau juga jika ia mulai terserang virus lupa, hal kecil dan remeh dia bisa jadi lupa, tapi untuk mengingat sejarah atau peristiwa dia bisa sangat hapal dan detail (nah.. yang ini aku heran kok bisa, dia melupakan dimana letak kunci motor, tapi ingat tentang semua judul buku yang ia punya). Tapi aku tahu, dia orang yang tidak pantang menyerah. walau tubuhnya sering keok karena pikiran yang tidak pernah ia istirahatkan barang sejenak.

Aku belum juga menyerah untuk ingin tahu lebih tentang perempuan satu ini. Setelah kejadian yang bertubi-tubi, dan akhirnya ia menyerah dan memang harus mengundurkan diri dari Royal (fiuhh.. bagaimana bisa library tanpa keuntungan dianggap bisnis dan tidak ada bantuan turun hanya karena tampilannya wah dan mewah dianggap komersil hanya karena menjual buku limited edition yang memang harganya tidak murah.

Bantuan dari dikmas saja tidak cukup, jika tidak ada kerjasama yang baik dengan plaza yang dipilih. Jika bisa aku berandai-andai, seandainya mereka memberi harga sewa khusus dan tidak disamakan dengan tenan-tenan yang kebanyakan memang usaha/bisnis. Mungkin kami sudah sangat berterima kasih, dan pasti bisa bertahan lebih lama. Aku masih ingat ketika Sasa berbicara dengan staf marketing, untuk lobi-lobi pemunduran pembayaran stan. Dengan arogannya mereka justru menyarankan untuk tahun depan tidak perlu diperpanjang. Hanya karena kita memohon untuk tidak dipersulit. Bayangkan saja keterlambatan bayar stan-lampu mati, terlambat lagi-disegel. Wuihh...

Ada alasan kenapa Ia mendandani perpustakaan di mall dengan sangat mewah. Alasan pertama, Perpustakaan di Mall harus bisa menarik pengunjung mall, dan bersaing dengan daya tarik toko yang bertebaran di mall. Alasan Kedua, Perpustakaan seharusnya bisa dijadikan tempat alternatif terbukanya ruang-ruang diskusi masyarakat perkotaan. (Bayangkan saja, pengunjung mall pastinya tampil modis, tidak mungkin mereka akan memilih tempat yang suram sumpek, amat sangat tidak nyaman dan mereka pasti memilih nongkrong di foodcourt).

Kemarin di acara "Perpustakaan dimata Kartini Indonesia" 21 April 2011, Adalah event terakhir dbuku di royal plaza. Entah kenapa dari awal acara sampai akhir acara. Tidak ada sama sekali tepuk tangan yang meriah, sepertinya masing-masing tamu undangan merasakan kesedihan di dalam hati kami. Di salah satu, sesi Perempuan dipersialahkan berbicara tentang buku dan perpustakaan. Ketika jatuh di giliran Diana AV Sasa, Aku yang lebih memilih jauh dari forum tak lagi bisa menahan air mata. Aku merasakan getaran kesedihan di suaranya yang getir. Sebelumnya beberapa tamu undangan, memuji-muji DBUKU Bibliopolis. Sungguh itu pujian yang menyakitkan, karena kami tahu kami tidak bisa lagi mempertahankan konsep Library At Mall ini kepada para penikmat dan pecinta Buku. Tiba-tiba acara itu terlarut dalam kesedihan yang dalam. Aku tahu seperti apa perjuangannya mempertahankan. Dan bagaimana ia kehilangan banyak waktu tenaga dan pikirannya untuk keberlangsungan DBUKU dan program-programnya.

Aku berani menunjuk dia sebagai Pahlawan Buku Perempuan dan dia benar-benar jelmaan Kartini masa kini. Mas Nuri berkata, "Apapun yang akan terjadi, DBUKU Biblipolis akan tercatat dalam sejarah". Itu bagiku seperti sebuah kebanggaan ditengah keterpurukan ini. Dan mereka-mereka yang pernah merasakan nyamannya berada di DBUKU Bibliopolis at Royal Plaza adalah saksi mata perjuangan dia, untuk mewujudkan Library At Mall sebagai salah satu ciri Khas Kota Metropolis ini.

Perjuangan belum selesai Kawan, DBUKU Bibliopolis masih terus berjuang...

Monday, April 18, 2011

CityFast Kurir : Pengiriman cepat dalam Kota Bisnis Pertamaku

Ini baru permulaan, sejak aku memutuskan keluar sebagai operator Warnet. Jelas aku tak lagi punya penghasilan tetap. Tapi aku sungguh bahagia karena punya banyak waktu untuk belajar apa saja. Dari menjadi admin di acara Kompetisi Teater Indonesia, okelah aku sempat sakit hati. tapi rasanya wajar ada kegagalan. Sebenarnya aku tidak boleh kapok, sakit hati, atau kecewa. Cukup tahu saja. bekerja dengan mereka itu bagaimana.

Apakah aku akan meninggalkan dunia kesenian dan tulis menulis?

Hoo..Ho..Ho.. justru inilah yang sedang aku pikirkan. Kalau aku hanya berkutat di pekerjaan serabutan, dengan hasil yang tak menentu. Kapan aku akan bisa duduk diam dan berpikir tentang dunia yang lebih besar dari Bumi itu. Aku berpikir simpel, dulu aku berpikir, aku tak boleh menggantungkan hidup pada kesenian. Justru aku yang harus bisa menghidupkannya.

Bagaimana dengan Perpustakaan? DBUKU, Warung Baca Emperan ESOK, dll

Tidak mungkin aku hanya menggantungkan pada bantuan sponsor dari instansi-instansi yang pasti sudah disabet para pengejar proyek. *semakin aku tahu seluk beluk para pengejar proyek. semakin kecil aku berharap banyak akan ada banyak uluran tangan yang dengan sukarela membantu kami.

Memilih Usaha Kurir?

Setelah memikirkan banyak usaha kecil lainnya, dari fotocopy, design, warnet, dll. Rasanya dengan modal cupet, tapi bisa beri pengahasilan lebih. Ya Jasa Antar. Atau lebih tepatnya Kurir. Mulai dari pengiriman Undangan, Poster, Sebar Brosur, dan Ambil-antar Dokumen. Dan ini aku masih belajar mengetahui dimana saja kesulitannya.

Oh... iya ada satu lagi alasanku menjalankan bisnis ini, aku masih bisa menjadi Pustakawan yang selalu bangun siang, aku masih bisa menjadi pustakawan yang mendongeng untuk anak-anak, aku juga masih bisa menjadi aktifis Seni yang tidak habis menggelontorkan pikiran-pikirannya untuk Komunitas yang Sudah Aku bangun sejak 4 tahun lalu. Komunitas ESOK (Emperan Sastra COK - Cepetan Ojo Keri-). Karena aku bisa mengatur waktu bekerjaku sendiri. Hahaha.. ini salah satu kebebasan yang aku inginkan.

Dan besok adalah proyek pertama menjadi kurir, mungkin sepele ternyata kebutuhan jasa kurir tinggi juga. Ditengah-tengah pertumbuhan bisnis surabaya rasanya Jasa Kurir bisa menyelinap diantaranya. Semoga saja, aku benar-benar bisa bertahan di bisnis ini. Amien....

Wednesday, April 13, 2011

Konspirasi Tuhan dan Rencananya

Mungkin ini bukan sebuah kebetulan, jika di dunia nyata jarak antara aku dan ayahku terlihat menjauh dan tidak sejalan. Bahkan terlihat sangat bersebrangan. Tapi di dunia maya bisa-bisanya tuhan menghendaki aku melihat secara jelas AKU di sosok AYAHku.

Tapi ini sungguh membuatku bingung, bagaimana seorang gita, yang memandang tayangan televisi(sinetron, berita, atau apa saja) hanya sekedar permainan harus terlibat langsung menjadi seorang yang dituntut menjadi sukarelawan tayangan televisi.

Benar hari ini aku harus duduk si satu ruang diskusi dengan teman-teman yang beberapa kali sempat bertemu denganku, secara langsung berinteraksi. dan sekaligus di samping ada lelaki tegap yang kuhormati dan kucintai sepenuh hati. Ayahku.

Jangan bingung dengan pengantarku ini, kawan.
Ayahku selepas menjadi pegawai negeri dengan kata lain pensiun. Lebih aktif berinteraksi dengan teman-teman mayanya di Facebook. Awalnya asik bermain game kemudian merambah ke komunitas/ group. (hemmm.. kurang lebih sama denganku ketika pertama kali aktif berinternet ria) Beliau menjatuhkan pilihan pada kelompok Dukungan SMI. Ya.. perempuan itu menteri keuangan yang didepak dari susunan menteri secara halus, bla.. bla.. blaa.. (malas aku bercerita ttg suasana kepemerintahan negeriku sendiri).

Malam tadi (12/4/11) Ayahku dan teman mayanya, Om uyung yang beberapa hari lalu waktu nenekku sakit bertemu di rs malang, mengadakan Kopdar seJATIM. nah cerita punya cerita (kok ya mbulet ae see...) di acara itu aku jadi terlibat, ada Om fitrah (yg teman dekat Ning sasa Dbuku), ada Om kee(kawan karib suami Ning sasa). walhasil di acara itu mau tidak mau aku harus menjadi bagian dari pembicaraan malam itu.

Melihat dan menyaksikan beberapa anggota yang datang, dengan berbagai macam latar belakang usaha (dari pedagang, guru, dosen, seniman, dll). Mereka berbicara dengan kepercayaan penuh dan lugu. Entahlah aku seperti berada di sebuah ruangan dengan televisi besar dan aku berada di antara komentator-komentator yang berapi-api.

Yang paling membuatku ngeri adalah ketika pembicaraan sudah masuk pada kemungkinan berpolitik/partai. OMG... tentu saja akan lari kesana. Mereka sedang membela seseorang yang memang berada di lingkup Politik.

Ok lebih baik sekarang aku kembalikan pada pemikiran dan gagasan-gagasanku dahulu. Aku berpikir tak perduli seberapa ributnya Mereka di layar kaca dan sidang di gedung besar pemerintahan, aku akan tetap bergerak memberikan SESUATU (entah apa bentuknya) melalui komunitas Emperan ESOK. Tapi kenapa semakin hari lariku menuju jalan-jalan bercabang yang menuju dunia entah.

Selamat pagi, Kawan
Ini catatan dini hari, dari kejadian yang biasa, tapi menurutku tidak biasa. Hingga membuatku terbungkam dengan keterpaksaan mendekatkan pemikiranku dengan Ayahku. Yang paling menyiksa justru.. Welcome to the "No Smoking Area" fiiiuuuhh......

13 April 2011

Monday, February 07, 2011

Bagaimana suara itu

Aku biarkan telingaku ini pelan pelan dirasuki suara yang begitu renyah. Selalu.. dan selalu. Tapi aku tak pernah membiarkan perempuan itu menelan kekagumanku. SUngguh sayang jika nanti dia hanya akan menjadi pegawai kantoran yang duduk manis di depan meja yang penuh dengan pekerjaan yang menumpuk. juga dengan lelaki di sampingnya yang penuh dengan talenta hanya akan mengocok gelas kopi atau mesin penghitung saja.

Ini karya duet mereka, kebetulan lelaki itu adik kandungku, ia memainkan tuts piano tua, bekas kantor pemerintahan yang sudah tidak terpakai. Dan suara utuh, manis itu milik perempuan yang menjadi kekasih adik saya itu. Klop sudah...

Bagaimana aku tidak menelan kengerian jika mereka mampu memainkan lagu-lagu (walau masih milik orang) yang penuh dengan nada-nada tinggi. *yang pasti aku tidak akan mampu menjangkau nada itu.



Coba saja dengarkan, hanya dengan bekal, mic, tape, piano tua, netbook dan program acidnya. Mereka berkolaborasi dengan cantiknya, "DowneenDha" itu singkatan nama mereka berdua. Sebenarnya aku pernah diam-diam menyimpan beberapa lagu kolaborasi mereka. Tapi telah hilang dimakan kutu busuk virus yang menyebalkan itu.

Ufh... andai saja mereka mau membuat lagu sendiri. Apa jadinya mereka ya? mungkin bisa mengalahkan duet anang-KD (waktu mereka masih berstatus suami istri)hahahaha... Ngayal.com---NganGa'deh.com

Selamat menikmati dan menjadi fans rahasia mereka.

Monday, November 24, 2008

25 Tahun Bertabur Puisi

Kau dan Tikus Kecil : Dalam sebuah sajak

By. Nisa Pikanisa

: Gita P, kekasih gelapku

tiap malam
kau urai kata
lepas dari burai dada

tak ada yang tahu
kau sembunyi
antara sedu sedan
malam sepi

Arak saja sengau rindu
pijar rembulan
bulir hujan
luas taman

Yang kau jejalkan
resap embun
lingkar pelangi
kilau malam

nantinya,
kau selalu kembali berciap-ciap
pada tikus kecil
dari jeruji kamar sebelah

Ah... kau tahu
tikus kecil tak sekedar tunggu
butuh sekedar remahanmu

Mungkin sama ?
atau sebaliknya?

Kau bunyi ciap-ciap
Tikus suara cicit

Lihat!!
Kalian cipta lagu
rangkai soneta
tembus kabut kata

Bersahabat
Bermain aliran awan
bersimbah semai rinai tetesan

Ber-sa-ma

Sby, 231108


Jangan Kau Hadir

By. Benz

:gita p.

jangan kau hadir pada rambut mengering
di genang cat kental menggambar nyala unggun
kobar api berdansa mengigau-igaukan
semua kata, tersekap di diam dada

ke tepi kolam tak bertuan
ke ujung pohon tak berpucuk
mana rindang yang dulu pernah kau temukan?

jangan kau hadir pada kisut kulit kaki
di semak usia menunggu tanah paling gembur
ranting umur menari-nari di semua lagu
yang tak pernah selesai kau lantun

jangan kau hadir
jangan kau

hadir

..

(2008)

Undangan Pernikahan

By. Prince Adi

: gheta

aku tidak menerima undangan pernikahanmu
yang sudah kaujanjikan hanya akan ada
aku dan kamu

...

Hei, apa kau tak ingat sebuah kecup
yang pernah kuhadiahkan tepat di dahimu
saat malam tepat ingin memeluk kita yang tengah
menggigil dan mengejang

Ingat, saat kusingkap rokmu diam-diam di tiap malam
dan kupermainkan lidahku - memancing birahimu
yang pernah kau bilang mati?
seolah mayat-mayat yang belum jua dikremasi?

Maka janin lah hasil semua itu, yang
kaugugurkan dengan meminum air raksa sebelum
kau berdiri di kursi tua, mengikat lehermu dengan
tali rafia

Maka hari ini, di hari yang kau damba-damba
aku datang membawa gitar tua memainkan nada-nada minor
dari senar yang sudah ingin tertawa

(nanti saya rekamin lagu baru saya...silent move)


HARI PENGHABISAN (KIAMAT)

By. bunghatta_crb

Kala bumi pandangi langit
harapkupun semakin tipis
semakin aku kagumi rindu
batasanpun makin menjauh.

Saat mentari cintai bulan
sinaran pun makin tenggelam
tapi cahyaku memantul dalam temaram
menjadikan bulan makin menawan

Ku nantikan dimana bumi bertemu langit
Ku rindukan saat mentari bertemu bulan
dan ku ingin melihat lagi seraut wajah
lusa kita 'kan berpadu dihari penghabisan





Wednesday, November 05, 2008

Cerita Lengang, ESOK didatangi Epri Tsaqib

Kami girang sekali akhirnya si Ruang Lengang berkunjung ke Surabaya, mengurangi sedikit bising kota dengan kata kata puitis. Setelah beberapa kali pembicaraan lewat YM. Akhirnya saya dan teman-teman ESOK sepakat untuk membantu launching dan diskusi buku Epri Tsaqib di Surabaya.

Epri Tsaqib datang hari jum'at pagi dijemput dari stasiun gubeng oleh paklik sonydebono. lalu diantarkan kekontrakan Yasmin binti Mumun untuk mengaso dan menunggu waktu acara bincang dan makan siang bersama di MagnetZone. Saya yang kebetulan sejak semalam (kamis) tidak pulang karena setelah latihan dan rapat kecil ada pesta kejutan untuk si pemilik kontrakan yang berulang tahun. Walhasil tak mungkin pulang karena sudah terlalu larut. hari pertama epri Tsaqib di Surabaya disibukkan dengan acara makan siang. tapi setelah acara Epri Tsaqib harus langsung loncat ke malang. karena jadwal lanching dimalang berubah menjadi hari sabtu pagi.

Sabtu siang pak panji, pembahas buku datang dari madiun dan lagi-lagi sayalah bagian penjemput di terminal bungurasih. Surabaya pada saat itu sedang panas-panasnya isu pergerakan matahari semu menambah gerah suasana kota yang memang sudah panas. setelah menjemput pak panji. saya bawa dia kerumah dulu untuk beristirahat sejenak di rumah sudah ada nisa, lalu melanjutkan perjalanan yang bakal sangat panjang dan melelahkan (ini berlebihan sih!) setelah minum segelas air kitapun (saya dan pak Panji) berangkat menuju kontrakan, basecamp kedua di tengah kota. Sedangkan Nisa langsung menuju tempat acara untuk persiapan. Di gedung sudah ada wakgun, iwan, dkk. Sesampai di kontrakan Epri Tsaqib ternyata belum sampai di surabaya. lalu beberapa jam kemudian saya menjemputnya di stasiun gubeng. nah akhirnya saya bisa ngaso sebentar sambil menunggu maghrib lalu kami semua berangkat ke gedung ex-mpu tantular. karena acara diundangan jam setengah tujuh malam. Taktik supaya undangan datang lebih awal, Surabaya gitu lho..!

Acara Launching dan Diskusi buku kami buat minimalis saja, sesuai dengan nama komunitas kami Emperan Sastra Cok, maka kami memilih konsep Ngemper alias Lesehan. Dengan konsep sederhana ini kami ingin menghilangkan kesan sastra itu eksklusif. Siapapun Bisa Nyastra, Siapapun Bisa Membaca, Siapapun Bisa Berpuisi. Para pembicara yang ada tidak ingin kami beda-bedakan dengan para audience supaya acara diskusi bisa lebih santai. Yah.. walau di ruangan itu panas karena tidak ada AC dan hanya ada kipas angin satu buah. Tapi kami berharap acara bisa terus berjalan dengan lancar. Maklum gedung fasilitas dari Dewan Kesenian Jatim ini bekas Museum yang konsep ruangannya sebenarnya ber-AC jadi ventilasinya tidak ada. Kamipun berterima kasih karena telah diberi ijin untuk menggunakan gedung itu.

Acara launchingpun mengalir lancar dibuka dengan persembahan lagu dari Mas Iwan kawan dari PAPER (Paguyuban Penghibur Rakyat Pucang), lalu pembuka oleh MC yasmin, performance dari teman-teman ESOK (Nisa, DeeDee, Iwan, Wakgun, dan saya sendiri). setelah itu diskusipun berjalan kurang lebih 2 jam lamanya. dimoderatori Sonydebono dan pembahas Pak Panji dari madiun dan Bincang camu Epri Tsaqib. Lalu ditutup dengan spontanitas dari para tamu.

Setiap kali ESOK mengadakan acara bedah/launching, kami berusaha mungkin menampilkan sesuatu. Karena Esok bukan Komunitas Penulis Profesional, kami adalah kelompok manusia-manusia aneh yang ingin terus belajar, berkarya, mengapresiasi Sastra. Kedatangan beberapa penulis merupakan angin segar buat kami yang ingin belajar, baik dari segi pengkaryaan dan konsep buku dari mulai proses pembuatan sampai penjualan. Dan Epri Tsaqib memompa semangat kami untuk terus berkarya. Dua buah lagu yang kami arransemen (Gerimis dan Di Ruangan Itu) belumlah cukup untuk rasa terima kasih kami terhadapnya.

Memang kami hanya bisa menyuguhi pembicara, tamu undangan dengan sebuah pementasan musikalisasi minimalis, tapi semoga bisa menghibur. Walau pada acara ini persiapan kami tidak punya banyak waktu karena masih terkena imbas libur Lebaran kami tetap semangat. Saya dan kawan-kawanpun pada masa persiapan sempat kewalahan. Karena Epri Tsaqip tidak hentinya mengingatkan soal publikasi dll. Epri Tsaqib sendiri meminta saya untuk bekerja sama dengan komunitas lain, tapi entah setelah saya mengkonfirmasi justru tidak ada tanggapan. Jadi kamipun memutuskan menjalankan misi ini sendiri saja, untunglah ada sponsor MagnetZone yang memberikan sumbangan doorprize.

Saya sebenarnya sudah menyelesaikan laporan kegiatan ini sejak dulu. Tapi masih belum selesai, sekarang saya habiskan saja tulisan ini. Apa adanya...! Bagi saya proses persiapan launching kali ini terasa lengang, mulai dari persiapan awal, greget semangat dari kawan-kawan sendiri. Akh.. seperti judul buku ini saja. Entah karena masih suasana lebaran, terhanyut Buku Ruang Lengang atau memang keriuhan Esok sedang menurun.

Keterbatasan kami yang sedang belajar dan semangat yang kami miliki ini semoga tidak menjadi sesuatu yang sia-sia. Terima Kasih

Salam
Gita Penjaga Gawang ESOK

Okt-Nov 2008

Sunday, December 16, 2007

Dua pertunjukan Teater beda Strata

Dalam dua hari berturut turut aku menonton dua kali pertunjukkan yang berbeda. Surabaya lagi rame pertunjukkan nih! Hari pertama jum'at malam aku menonton Monolog Butet Kertaredjasa "Sarimin" dan hari sabtunya aku nonton Ditunggu dogotnya Sapardi oleh komunitas teater hitam putih padang panjang. Antara 75 ribu VS 3 ribu, jelas yang butet aku perlu berpikir panjang masalah tiket huwehehehe.. perlu ngutang kanan kiri agar bisa nonton.

Jum'at malam aku datang Ke Gedung Cak Durasim tempat acara pentas Monolog Butet Kertaredjasa "Sarimin". Lakon kali ini bercerita tentang tukang topeng monyet keliling yang familiar dengan nama sarimin. Pada awal petunjukkan dibuka oleh musik yang dibawakan Djaduk Ferianto beserta kawan kawannya. Wah.. musiknya selalu segar dan menyenangkan. Lalu si tokoh pembawa cerita masuk menyapa kawan kawan pemusik dan penonton. Seperti pertunjukkan butet sebelum sebelumnya selalu membawa kritikan pedas yang membuat kita tertawa mengiyakan. Lalu ia berubah menjadi si tokoh Sarimin itu suasana lebih seru lagi. Menunggui si pak polisi yang "selalu sibuk" padahal ia hanya bermaksud melaporkan KTP yang ia temukan. Si Lugu Sairimin dengan sabar menunggu polisi itu bersibuk sibuk setiap kali ia Si sarimin hendak berbicara, selalu disuruh menunggu dan menunggu. Tokoh Sarimin ini jujur, tapi niat baiknya itu justru menjadi malapetaka buatnya. Ia malah dituduh oleh polisi lain yang baru tiba sebagai pencuri dompet, parahnya lagi ternyata KTP itu milik hakim agung. Dan dia dipaksa untuk membenarkan tuduhan yang sudah dilemparkan padanya. Gaya butet yang mampu membawakan beberapa tokoh dalam satu pementasan dan celetukan kritiknya mampu mengundang gelak. Sesuai dengan realita ya begitulah tugas polisi "melayani" masyarakat. (benarkah?? melayani apa?? emang itu polisi ato lonte ya? hahahaha.. untuk urusan kecil begitu harus menunggu berbulan bulan). Pada akhirnya si Sarimin harus mengakui kesalahan yang tidak dilakukannya. "Jika benar maka kamu salah" yang tertindas tidak boleh benar. hehehe.. tepatnya begitu mungkin ya?? pemutar balikkan fakta antara benar dan salah. Tapi ketika si tokoh berubah menjadi polisi entah kenapa kebosanan tiba tiba singgah. Kritikan yang terlontar terasa amat membosankan, penyampaian dan bentuknya kasar, dan itu berlangsung sampai di akhir pertunjukkan. Aku kehilangan moment ending, malah bertanya dengan teman disebelahku "lho.. kok udah habis?" pertunjukkan itu berdurasi satu setengah jam. Aku masih menunggu hilang kebosanan tiba tiba sudah selesai begitu saja. akh...! kok gak puas yaa?? Untung saja musik dari djaduk mampu memberi kepuasan. Lirik yang menggelitik dan ilustrasi musik yang segar. Didukung alat musik dan sound lengkap wah... ini sih gak ada ruginya...! hahahaha....

Lalu keesokan harinya aku datang ke gedung eks museum mpu tantular. gedung tua yah.. mungkin agak seram (tapi aku gak merasakan getaran2 yang aneh2 huwhehehehe opo see..!) Selama hidup di surabaya hanya sekali mampir kemuseum itu. dan ini berarti kedua kalinya dtapi sudah tak lagi menjadi museum. Aku datang jam setengah delapan penonton yang berkeliaran juga belum seberapa banyak. Asyik ngobrol dengan teman yang laen tak terasa waktu sudah terlewat lama, sampai jam setengah sembilan pertunjukkan belum dimulai. ugh.. sampai capek nunggunya. Akhirnya setelah satu jam kacang kacang lombok abang mlungker.. di depan gedung, penonton pun disilahkan untuk masuk. Menonton pertunjukkan Ditunggu Dogot pertunjukkan yang bertema absurd (kata sutradaranya sih tidak merubah teks asli cerpen sapardi). Masuk ruang pertunjukkan aku melihat setting pangung yang minimalis. Sebuah sepeda diatasnya dan sebuah screen lebar dibelakangnya. Lama sekali aku menunggu padahal aku sudah duduk paling depan (seperti biasa). Musik pada awal pembukaan hem.. tidak begitu menyatu , screen nyala sebuah visual lorong yang aku liat sebagai waktu dan sepeda itu dikayuh oleh tokoh laki laki dan perempuannya ada diboncengan sepeda itu. Mereka sedang menyusuri lorong itu. Asyik sekali aku mengamati pementasan itu. Memang tidak ditemukan ujung pangkal pada pementasan ini. tak terjawab apakah dogot itu? Apa penanda beda antara Ditunggu dan menunggu, endingnyapun kembali ke bentuk awal. Dari awal sampai akhir pertunjukkan aku menikmatinya, hanya saja ilustrasi musiknya tidak membuatku nyaman. Dan lagi aku harus tengadah karna jarak antara panggung dan penonton terlalu dekat. padahal tinggi level yang digunakan sekitar setengah meter. mungkin karna gedungnya yang terlalu sempit ya?? yah.. serba minimalis. Tapi tidak mengurangi makna dari naskah itu sendiri.

Tapi gak pernah rugi kluarin duit buat nonton teater, biarpun harus ngutang. hehehehe... dua pertunjuukkan beda strata, beda kelas, beda tempat, yang satu memang gedung yang di setting untuk pertunjukkan, yang satunya gedung ala kadarnya. yah.. jelas bedalah..! ya sudahlah ini hanya sekedar berbagi cerita.

Wednesday, December 05, 2007

Paket Bulan November Sudah Datang

Tubuh sudah sangat lelah ketika tadi malam aku tiba dirumah jam 11 malam. Sepulang bekerja, dan baru selesai latian di kampus, rasa kantuk yang mendera tak mampu lagi aku tahan. Selama perjalanan pulang yang aku bayangkan hanya kasur berseprei unguku dan boneka snoopy yang tak pernah menolak kalau dilempar setiap aku kesal.

Jegreegg... aku masuk kedalam rumah dan tiba tiba saja rasa kantukku itu hilang. Di atas meja dekat tangga, aku melihat bingkisan ungu dibuntel dengan plastik. Dibingkisan itu tertera namaku tapi anehnya tidak ada nama pengirim jangan jangan ini paket rahasia dari penggemar setia. hehehehhe Pikiranku melayang layang. Tapi itu hanya pikiran konyol, sebenarnya aku sudah tahu siapa pengirimnya. Seorang teman yang bernama ALDORA NOVRIANA namanya bagus ya? sahabat sekaligus partner yang berada jauh di kota berbudaya busway. Wuha... betapa girang dan senang mendapatkan bingkisan apalagi datangnya dari jauh. Dengan kondisi agak koyak, tersembul sebuah benda yang aduhai.... lucunya, mirip pengirim paket itu. Sebenarnya aku merasa gak enak dengannya karena sampai sekarang bingkisan untuknya yang sudah kupersiapkan lama tak juga sempat aku kirimkan. Padahal tanggal ulang tahunnya sebelum tanggal ulang tahunku. ya.. memang kebetulan kalau kita berulang tahun di bulan yang sama dan angka yang sangat ajaib dia tanggal 2 sedangkan aku 22.

Langsung saja kutimang dan kubopong ke atas untuk bertemu dan berkenalan dengan penghuni lama di kamarku. Kubiarkan mereka saling berbincang bincang dan mungkin juga membicarakan tentang aku. Sesekali aku mendengar suara tawa cekikikan mereka. Malam itu aku tidak bisa segera tidur karna harus menjamu penduduk baru dalam kamarku dan menyiapkan tempat yang nyaman untuk mereka. Setelah selesai aku pun mengabari temanku itu untuk menyampaikan bahwa paket yang dia kirim sudah sampai dengan selamat. Kamarku sangat riuh pada gelak tawa sebuah bantal dengan kepala anjing dan boneka boneka snoopy yang sedang ngobrol. Mungkin mereka membicarakan dari mana saja mereka berasal atau apasajalah, aku sendiri tidak begitu yakin. Aku hanya bisa menguping dengar percakapan mereka. Karena aku tidak ingin merusak kegembiraan mereka. Snoppy berbaju coklat ala china datang dari jauh entah berapa lama perjalanan aku sendiri belum sempat bercakap cakap. karna kantuk yang tadi sempat hilang datang lagi. kali ini aku mendapat teman tidur baru bantal coklat dengan kepala anjing menemaniku untuk mencari nyenyak. Mungkin besok saja setelah lelah sudah dikuliti dari tubuhnya dan tubuhku.

ZZZZZzzzzzzZZZzzzzzz.... sepertinya malam itu aku tidur sangat lelap. Entah karena bantal lucu yang kubekap itu atau balas dendam karena kemarin malamnya memang hanya sempat tidur 3 setengah jam saja. belum sempat aku menyimpan data mimpi semalam. Aku mengurai mimpi sepertinya ceritanya menyenangkan.

"Gitttaaaaaaaa...... Gittaaaaaa............ bangun........... katanya mau ngukur bla...bla...bla...!!!!" Suara keras dan menggelegar membangunkanku membuatku lupa sampai dimana cerita mimpiku. Ibuku membangunkanku karna ada penjahit datang kerumah dan aku harus segera mandi. Snoopy Snoopy disampingku sepertinya kelelahan setelah begadang semlaman. Kubiarkan saja mereka tertidur lelap. Untung saja aku tidak jadi membuatkan kopi untuk teman mereka ngobrol. aku beranjak dari tempat tidur dengan sangat perlahan. bantal yang semalaman sudah kubekap, kuletakkan. "Sangat menyesal malam pertama kita cuman sebentar" kubisikkan kata kata itu agar dia tidak tersinggung.

Ini gara gara aku harus ukur badan untuk membuat kebaya. Tapi aku masih belum ingin mandi jadi kubiarkan saja penjahit itu menghirup aroma tubuhku, Salah sendiri datang pagi sekali. Aku hanya menyikat gigi dan menunggu untuk diukur.

Ya ampun..... hari inipun aku tidak bisa puas tidur. Padahal banyak teman baru dikamar kesayanganku. Maafkan aku ya teman teman.

Untuk sahabat yang begitu jauh "November Selalu Milik Kita"

Saturday, November 24, 2007

Hari Spesial Part 2 "Antologi Puisi Fordisastra"



Hem.. kebetulan yang menyenangkan. Fordisastra.com tempat bernaungnya para penyair juga sedang merayakan hari jadinya yang ke-2. Pada hari itu diluncurkan antologi puisi dalam bentuk e-book judulnya "KEMAYAAN DAN KENYATAAN"

Berikut nama-nama penyair yang termuat didalamnya,

Abdul Mukhid, Angggoro Saronto, Bumi Kelana, Dedy Tri Riyadi, Dian Hartati, Dino Umahuk, Doel CP. Alisah, Epri Tsaqib, Gita Pratama, Haris Firdaus, Hasan Aspahani, Hesti Melinda, Inez Dikara, Jibsailz, Kinu Triatmodjo, Kunthi Hastorini, Lubis Gafura, Nanang Suryadi, Ook Nugroho, Pakcik Ahmad, Pradnya Paramita, Rio Gunawan, Setiyo Bardono, TS. Pinang, Pena bulu angsa (Maya), Yohanes Sugianto, dan lain-lain.

Menurut rencana, antologi ini bakal dibuat versi cetak sesegera mungkin. Semoga dengan lahirnya satu buku lagi tentang sastra, maka akan menambah warna dan keragaman tentang dunia perpuisian.

Selamat Ulang Tahun Fordisastra

Thursday, November 22, 2007

Yang Spesial Di hari Ini

Mungkin agak narsies, lalu aku mengumpulkan tulisan tulisan yang dialamatkan padaku. Gak semua sih! Tapi sepertinya ini wajar saja dan gak ada salahnya. Hanya setahun sekali aja berhaha hihihi.. Ketika bangun hari ini Ibuku sudah menyediakan kue yang berlapis jelly blueberry.. dan sekaleng twister berwarna ungu. yah... warna kesukaanku. Segala do'a diucapkan dari orang orang yang terdekat sahabat, keluarga, teman, sayangnya musuh aku gak punya. hehehehehe....... mulai dari anak2 @rtNine, arek crystal, anak2 Kemudian.com, sobat Smu, juga temen2 yang penyair. huwehehehe.. enaknya ya punya temen banyak.

Ada beberapa puisi atau apalah namanya di tulis oleh mereka, aku menjadi tersanjung. Tahun ini tidak banyak yang aku minta, tapi malah banyak yang aku dapat. Terima Kasih.

From :Veveandini
"Dalam geliat dingin hangatmu menyeruak diderai tawa yang tak usai, seperti malam yang mengingkari bintang untuk lelap. (November ini masih milik kita kan ya Ta ?)"

*******


From :My Bro

Sang mentari setia menghangatkan bumi agar hari ini berseri

Mengilhami daun yang berguguran pelan penuh makna apa adanya

Setangkai teratai jiwa berdoa agar kesabaran ceria mengarungi fana

Meliuk-liuk melewati duri perjalanan diri tanpa luka

Sebahagia ungu yang merekah menyatu dalam warna

Mengiringi panah hujan perjalanan usia

Semoga hidup tenang seperti malam tanpa suara binatang

Pun hangat embun bahagia senantiasa membuncah pada pelupuk wajah

Bahagia ombak raga dan layar jiwa

Mengarungi bahtera hingga selamat sampai Dermaga sang Pencipta

Semoga dari kini hingga nanti.

********


From : Cibo

Ranting dan Daun daun telah terhempas angin
menjadi pupuk subur bagi buah elpidos
yang waktu lalu kau tanamkan untukku

elpidos itu menjadi cendana
semerbaknya harum
menemani langkah langkah hari di kotamu

**********

From : Ayik Hasby

SELAMAT ULANG TAHUN

Segenap jiwa lantunkan kemerduan suara hati
Lembut mengalun sambut hari bahagiamu
Segala panjat doa dan harap terukir untukmu
Semoga tercapai segala cita dan cintamu
Hari ini kuingin ada sebuah kebahagiaan
Terpancar dari bening sorot matamu
Saat kuucapkan tulus dari palung hati yang terdalam

Selamat Ulang Tahun
Kepakkan sepasang sayapmu
Kokohkan jejak langkahmu
Gapai segala angan yang menjelma dihati
Panjat suci doaku kan selalu menyertaimu
Andai saja kelak ku tak berarti lagi
Izinkan aku menghiasi mimpi indahmu
Menjadi bayang-bayang harimu
Yang ‘kan selalu membilas air matamu
Selamat Ulang Tahun


Tuh ada beberapa.. yang laen mungkin menyusul. huwaha...ha.. ha...Ngarep.

ugh.. dah tua masih aja gini gini aja..!